Bahasa Indonesia   English 
Depan  •  Tentang Labsosio  •  Berita  •  Diskusi dan Seminar  •  Anggota  •  Galeri  •  Link
Aktivitas
Research Cluster
Penelitian
Pelatihan
Publikasi
Pusat Data Sosial
Perpustakaan
Pengabdian Masyarakat
Jaringan dan Kerjasama
Organisasi & Mitra
 
Pencarian Lanjut
 
Bergabung dengan Newsletter LabSosio, Masukkan alamat email anda!
Subscribe Unsubscribe
 
Link Selengkapnya!
Tugas Akhir Akademik Mahasiswa
Juri Ardiantoro S-2
Negara dalam Penyelenggaraan Pemilu (Studi pada KPU tahun 1999)

Penelitian ini secara umum berusaha menggambarkan dan menganalisis konteks perubahan politik Indonesia, khususnya pemilu yang diselenggarakan tahun 1999. Secara khusus penelitian ini mcnganahsis hubungan-hubungan dinamik dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 1999, yang menyangkut unsur-unsur negara dengan aktor-aktor dan struktur-struktur politik lain dalam penyelenggaraan pemilu di era transisi.

Penelitian mencakup empat isu utama yang tercermin dalam tujuan penelitian, yakni: (1) Pemilu?99 dalam konteks transisi politik Indonesia; (2) keiembagaan penyeienggara Pemilu di Indonesia, khususnya KPU Pemilu 1999; (3) bekerjanya unsur-unsur negara dalam struktur kelembagaan dan kinerja KPU Pemilu 1999; dan (4) peranan politik demokratfk KPU?99 dalam meletakan landasan yang kokoh bagi pembaharuan (reformasi) keiembagaan politik di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendasarkan pada paradigma konstruktivisme. Sedangkan landasan teoritiknya menggunakan teori dialektika agensi-struktur dalam. teori strukturasi Anthony Giddens. Metode ?pengumpulan data yang digunakan adalah mengkombinasikan metode wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi.

Penelitian ini berhasil mengajukan dua kesimpulan utama, yaitu kesimpulan praktik politik dan teoretik. Kesimpulan praktik secara umum menggambarkan bahwa perubahan politik (menuju demokrasi) selalu menghasilkan polarisasi kekuatan-kekuatan politik, baik di tingkat negara maupun di akar rumput (grass roots). Pada konteks yang lebih lanjut, perubahan ini tentu saja menyulut terjadinya ketegangan, konflik, dan tarik menarik kepentingan antara aktor-aktor politik yang bermain.

Pada lingkup yang lebih mikro di KPU, polarisasi politik tidak saja bersumber dari latar belakang ideologi, kultur dan sikap politik masa lalu aktor-aktor tersebut. Oleh karena di era transisi politik ini terjadi ketidakpastian mengenai apa yang akan terbentuk dan terlembagakan, maka, polarisasi kekuatan politik juga bersumber dari usaha-usaha memperebutkan peluang sekaligus mengukuhkan pengaruhnya pada konstruksi politik yang akan terbentuk nantinya. Cara yang ditempuh antara lain terlibat dalam mempengaruhi pembuatan dan implementasi segala perangkat aturan. Karena, peraturan-peraturan yang akan muncul akan sangat menentukkan sumber-

iv


sumber mana yang secara sah boleh dikerahkan ke arena individual dan politik, serta pelaku-pelaku mana yang diperkenankan masuk dan terlibat.

Apa yang terjadi di KPU adalah cerminan bagaimana masing-masing aktor itu menggunakan legitimasi dan kebebasan yang dimilikinya untuk memainkan peranan politik tersebut. Akibatnya, aturan yang di satu sisi meraberikan dasar legitimasi bagi keberadaan dan kinerja KPU, tetapi pada sisi yang Iain telah menyumbang berbagai kontroversi dan kontradiksi politik.

Pada saat negara menjadi bagian yang ikut bermain dalam pertarungan tersebut yang lebih paralel dengan arus utama (mainstream) politik publik justru gagal meyakinkan sebagian besar politisi di KPU untuk mengambil sikap dan tindakan politik yang sejalan. Sebabnya, negara tidak sepenuhnya mampu mengontrol dinarnika politik yang ada dengan sumber-sumber alokatif maupun kekuatan ototritatif dan kapasitas organisasionalnya di satu sisi, scmentara itu di pihak negara pun kekuatannya terfragmentasi, tidak utuh. Sementara pada saat yang sama, para aktor di KPU justeru dengan bebasnya memainkan dan menginterpretasikan kepentingannya.

Sedangkan kesimpulan teoretik dalam penelitian ini dapat menggambarkan temuan-temuan teoretik yang pada dasamya konfirmasi atau penguatan terhadap "kebenaran" teori tersebut Namun demikian, modifikasi atas beroperasinya teori ini juga nampak.

Tidak adanya dominasi baik antara agen-agen politik yang bertarung, maupun struktur-struktur politik yang tersedia dan diproduksi di KPU selama penyelenggaraan Pemilu\'99 membuktikan bahwa Giddens dalam hal ini benar: determinasi terhadap proses sosial (politik), bukan terletak pada salah satunya, tetapi keduanya sating mengandaikan. Sehingga kekuasaan atau power yang dapat terbentuk, diraih atau dikuasai juga terbukti pada sejauhmana para pelaku (actor) politik itu menguasai dan memproduksi struktur-struktur (baik legitimasi, dominatif, maupun signifikansi) yang ada.

Dengan memahami dinarnika di KPU, apa yang disebut relasi agensi-struktur sangatlah bersifat relatif. Artinya, apa yang disebut agensi pada beberapa kasus dapat bertindak sebagai struktur; demikian juga sebaliknya. Bahkan pada saat ia bertindak pada salah satunya, dalam waktu yang bersamaan dapat secara otomatik bertindak atas yang Iainnya. Agensi, termasuk negara juga seringkali bukanlah sebuah entitas yang tunggal, namun terfragmentasi sedemikian rupa, demikian juga sebaliknya.

Pada point?inilah peneliti kemudian mcngajukan kritik terhadap teori Giddens. Sesungguhnya relasi agensi-struktur bukan saja bersifat komplementer sehingga dikatakan struktur dapat memediasi (mediating) tindakan agensi, tetapi masing-masing sesungguhnya saling melekatkan (embeddeding). Penyamaan aktor dalam praktik-praktik sosial tidaklah dapat diterima sepenuhnya, karena, seringkali diantara aktor-aktor itu menegasikan aktor lain (yang lebih rendah "strata"), terutama menyangkut keputusan atau kebijakan. Selain itu, teori ini belum juga memberikan penjelasan lebih detail mengenai praktik-praktik politik yang tidak tunggal atas isu yang sama, pada ruang (space) dan waktu (time) yang sama pula; padahal baik ruang maupun waktu menurutnya bukanlah arena atau panggung atau tindakan melainkan unsur konstitutif dan pengorganisasian.

Tugas Akhir Lainnya
Perilaku Politik Jawara Banten dalam Proses Politik di Banten
Teh dalam Konteks Lokal (Studi Budaya, Ekonomi dan Politik Global)
Anak Jalanan pun Punya Waktu Luang (Studi Tentang leisure Pada Anak Jalanan di Jakarta)
Pengaruh Tingkat Peran Guru Terhadap Kecenderungan Sikap Siswa Pada Peraturan Disiplinan Sekolah
Hyperreality atas Hak Perempuan dalam Film Indonesia, Studi Analisa Wacana Kritis Terhadap Film Arisan dan Pasir Berbisik
Politisasi Identitas Keindonesiaan dalam dunia pendidikan era reformasi
Anda dapat download file jika anda telah menjadi anggota
User ID :
Password :
Daftar!  |  Lupa Password
 
Jurnal Sosiologi MASYARAKAT
Praktik Demokrasi dalam Masyarakat
Edisi  :  Vol. XIII, No. 1 Jun 2006
Pembangunan Sosial dan Lingkungan
Edisi  :  Vol. XIII, No. 2 Des 2006
Konflik dalam Masyarakat Transisi
Edisi  :  No. 13 Thn 2004
Working Paper & Monografi
Meuthia Ganie Rochman
Hanneman Samuel
Buku
Andi Rahman Alamsyah
Erna E. Chotim & Siti Aminah
Meuthia Ganie-Rochman
Sociological Outlook
LabSosio Universitas Indonesia
Tugas Akhir Akademik Mahasiswa
Feminitas Perempuan Indonesia pada Era kebebasan Pers
Widjajanti M Santoso S-3
Ahmad Abrori S-2
Juri Ardiantoro S-2
 
Copyright © 2002 -2008, Labsosio, All Rights Reserved
Gedung C. Lt.3. FISIP Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia. Tel. +62 21 7863427 Fax. +62 21 7870612 E-mail: labsosio@ui.edu